Archive for July, 2009

Alhamdulilah Akhirnya Sidang Terlewati…

Alhamdulilah…setelah beberapa bulan mengerjakan tugas akhir ini akhirnya bisa melewati sidang dengan baik..

Sebenarnya saya nggak percaya kalau saya bisa sidang di semester ini mengingat banyaknya hal senang-senang, jalan-jalan, urusan ini-itu yang saya lakukan. Dari mulai ikut pertukaran pelajar yang kebanyakan kegiatan jalan-jalannya- dari mulai Melaka sampai Pulau Sentosa, ikut2 acara konferensi dalam & luar negri yang membuat sama sekali nggak menyentuh TA selama sebulan, kegiatan cari sponsor sana-sini untuk membiayai biaya konferensi, dan lain-lain…

Alhamdulilah sungguh ini benar-benar merupakan  suatu karunia dari Allah, berkat do’a kedua orangtua  dan juga tak lepas dari kebaikan kedua pembimbing TA saya..

Semua yang saya jalani di semester ini benar-benar luar biasa..nggak pernah terbayang akan mengakhiri kuliah dengan begitu banyak pengalaman istimewa..

~Still waiting for the next chapter of my life,

seems to be a little bit different than what’ve been planned before.

4 comments July 19, 2009

Dimana keadilan itu?

Artikel berikut ini saya dapat dari sebuah milis berkisah tentang pembunuhan seorang muslimah di Jerman.

Islam tidak membiarkan harga diri umatnya diinjak-injak. Bersyukur, di negara ini, sesiapa saja yang menghina orang lain dengan kata-kata kasar, kata-kata yang tidak sopan dan penuh dengan kebencian akan dikenakan hukuman. Marwa Al-Sharbini, yang sedang menemani suaminya sebagai pemegang beasiswa dan peneliti di Max-Planck-Institut , melaporkan kasus penghinaan ini kepada pengadilan di Jerman. Tak pelak, dengan bukti-bukti dan saksi-saksi, Alexander W, si pemuda tadi, dinyatakan bersalah telah menghina Marwa dengan kata-kata kasar dan penuh dengan kebencian rasistis. Ia dikenakan denda dari pengadilan sebesar 780 €.

Hari berganti hari. Kasus Marwa merupakan salah satu kasus dari ribuan kasus di dunia ini. Marwa merupakan salah seorang dari ribuan orang yang berupaya mencari keadilan dan membela harga diri dari sebuah propaganda pihak-pihak yang berupaya menyebarkan kebencian terhadap Islam. Headline surat kabar, opini dan pendapat media, pemberitaan di televisi, kasus karikatur nabi, kasus film Fitna, dan banyak lagi kasus yang lain telah berhasil memutar balikkan pandangan orang-orang yang tidak tahu tentang Islam.

Orang-orang yang berjilbab itu teroris, fundamentalis, ekstrimis, dan kata-kata lain yang mereka gunakan untuk menjabarkan istilah „orang Islam“. Kami yakin, tidak semua orang barat seperti itu. Ada di antara mereka yang mempunyai hati nurani, ada di antara mereka yang menjadi sahabat-sahabat kami dan melihat kami sebagaimana seorang manusia. Kami tidak akan menganggap sama orang-orang yang menyebarkan propaganda dengan yang menjadi korban. Dan orang-orang yang memang membenci kami dengan yang memanusiakan kami.

Kami juga berharap mereka tidak menyamaratakan orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi dengan orang-orang yang taat berada di ajaran Rasul kami. Ah, kami begitu bangga dengan Schwester-schwester (saudara perempuan) kami yang telah berjilbab, yang menapak tegap kehidupan di sini dengan segala resikonya, namun santun dalam berperilaku dan istiqomah dalam berakhlak sebagai muslimah yang kaaffah. *** Musim panas yang sebenarnya pun di mulai, walau cuaca masih sulit ditebak. Orang-orang sudah mulai berpakaian seadanya, menghindari rasa gerah yang menyekap.

Marwa tetap dengan busana muslimahnya, dan juga jilbabnya. Mustafa kecil datang menghampiri untuk mengelus-elus perut Marwa. Kini ia sudah tahu bahwa beberapa bulan lagi ia akan memiliki seorang adik. Ibundanya sedang mengandung tiga bulan. Hari ini mereka, Marwa, Ali – suaminya, dan Mustafa akan datang kembali ke pengadilan atas kasus penghinaan rasistis oleh Alexander setahun yang lalu. Marwa akan memberikan kesaksian lagi di hadapan hakim. Di setiap proses pengadilan yang sudah berlangsung berkali-kali itu, Alexander selalu mengungkapkan rasa bencinya terhadap Islam. Bahkan ia pernah suatu kali mengancam akan membunuh Marwa. Mendengar semuanya itu, Marwa tetap tidak takut, Ali selalu memberikan dukungan yang penuh untuk istrinya, meski ia tahu, segala kemungkinan bisa terjadi terhadap keselamatan keluarganya. Landgericht Dresden, Rabu 1 Juli 2009. Hanya segelintir orang saja yang hadir di Gerichtsaal (ruang sidang) pagi itu. Memang, kasus ini bukan kasus yang besar, hanya sebuah pengaduan penghinaan. Tidak ada polisi yang berjaga-jaga di sekitar ruangan. Tidak ada alat detektor metal untuk keamanaan, padahal kasus ini mendakwa seseorang yang memiliki kebencian begitu besar.

Mengapa mereka tidak memikirkan hal itu sebelumnya? Pemuda gemuk itu bisa lebih berbahaya dari seorang teroris! Dua orang polisi mengapit tangan kiri dan kanan Alexander ketika memasuki ruangan sidang. Lagi-lagi ia memancarkan aura kebencian terhadap keluarga Mesir itu yang sudah hadir di sana. Tak lama kedua polisi itu pergi, dan pengadilan di mulai. Marwa memberikan kesaksian, menceritakan kembali kisah di musim panas satu tahun yang lalu, membeberkan betapa bencinya Alexander terhadap dirinya, hanya karena ia seorang muslimah dan seorang berjilbab. Ya, Marwa seorang muslimah, dan seorang berjilbab yang pemberani. Ia tidak akan pernah takut dengan ancaman apapun. Bahkan sampai saat itu, ketika Alexander memenuhi janjinya, tiba-tiba beranjak dari duduknya sambil menggenggam sebilah pisau, dan berlari ke arah Marwa.

Ia mengayunkan pisaunya ke tubuh seorang perempuan yang tak berdaya. Menghunus tajam, mencabik-cabik. Dan darah pertama mengucur harum, darah yang sangat mulia di hadapan Allah. Orang-orang di sana berteriak, tetapi tidak ada yang beranjak. Hakim, jaksa, pengacara dan lainnya pun terdiam. Dua kali, tiga, empat, lima, enam, tujuh… tusukan-tusukan itu mendarat bertubi-tubi ke sekujur tubuh Marwa. Darahnya yang merah kehitaman berhamburan ke mana-mana. Mustafa terdiam melihat tubuh ibunya ditikam berkali-kali. Salah satu tusukan itu tertancap ke perut ibunya, yang tadi pagi baru saja dielus-elusnya. Pisau itu sampai juga ke tubuh adiknya yang masih tidur di dalam sana. Ali berusaha menghentikan kebiadaban Alexander , ia melindungi istrinya walau ia tahu, nyawanya juga akan terancam. Beberapa tusukan mendarat ke tubuh Ali, lalu kembali ke tubuh Marwa lagi, dua belas… tiga belas… empat belas… jilbabnya sudah berlumuran darah. Orang-orang berteriak, beberapa polisi segera datang ke ruangan. Dor! Dor! Pistol-pistol polisi itu memuntahkan pelurunya. Tapi peluru itu tidak menembus tubuh Alexander, melainkan tertuju ke Ali. Mengapa mereka bisa salah tembak? Apa karena mereka pikir yang sedang berbuat anarkis saat itu pasti yang berwajah Arab? Apa karena yang membuat keributan di sana pasti orang Islam? Dor! Dan Mustafa menyaksikan bagaimana peluru itu menembus tubuh ayahnya, bagaimana pisau itu menghunus kedua orang tuanya, bagaimana tusukan ketujuh belas… lalu kedelapan belas… Dan bagaimana Marwa merenggang nyawa, meninggalkannya yang baru tiga tahun bersama… Mustafa hanya tahu darah, ibunya sudah tiada, ayahnya koma, dan pemuda itu tidak terluka sama sekali. Mustafa tidak tahu kalau malaikat berpakaian amat bagus dengan wangi yang sangat harum tersenyum menyambut Marwa di ruangan itu. Malaikat-malaikat itu memberikan Marwa pakaian yang sangat indah, pakaian untuk para syuhada di langit sana. Mustafa, bagaimanakah umur empat tahunmu? Umur lima tahunmu? Masa sekolahmu? Masa remajamu? Ibumu dibunuh di depan matamu. Ayahmu sedang koma di depan matamu. *** Kami malas menikmati matahari, setelah mendengar berita itu, berita kematian Marwa oleh seseorang yang membenci Islam, berita yang baru muncul ke publik dua hari kemudian. Ya! Dua hari kemudian! Surat-surat kabar sehari setelahnya tidak ada yang memberitakan kejadian ini. Di Süddeutsche Zeitung? Tidak ada! Di Frankfurter Allgemeine? Tidak ada! Padahal kalau ada berita „seorang muslim menyenggol orang lain“ atau „seorang berjilbab mencolek orang lain“ pasti berita-berita itu akan menjadi berita besar dan menjadi headline news di koran-koran! Tapi berita Marwa? Jangan harap! Bahkan beberapa hari kemudian, surat-surat kabar tidak mengupas mengapa Marwa dibunuh, oleh siapa ia dibunuh, tetapi lebih mengupas tentang rencana perbaikan sistem keamanan di ruangan sidang ke depan! Kami menitikkan air mata mendengar semua ini. Kami menitikkan air mata membayangkan nasib Mustafa saat ini. Mustafa, ini bukan karena kamu ingin bermain di ayunan itu, tetapi ini karena jilbab yang dipakai ibumu.

Berlin, 9 Juli 2009.. FLP Jerman. Dimas Abdirama.

————————————————————————————————-

Sekitar dua bulan lalu saya mengikuti sebuah konferensi mahasiswa di sebuah kota di Jerman Timur, ketika saya berada disana cukup banyak peserta muslimah yang mengenakan jilbab, mayoritas dari Indonesia, ada juga beberapa muslimah yang berasal dari Palestina, Iran, dan Malaysia.

Konferensi yang saya ikuti waktu itu memiliki tema tentang hak asasi manusia sebagian besar dari acara tersebut membahas tentang tema pelanggaran hak-hak asasi manusia , upaya penegakan hak asasi manusia, juga bagaimana peran pemuda khususnya untuk berpartisipasi aktif dalam upaya penegakan hak asasi manusia.
Selama disana saya mendapatkan gambaran tentang betapa open-mindednya orang Jerman. Gaung hak asasi manusia sepertinya merupakan hal yang sudah biasa disana.

Selama disana, kami para muslimah berjilbab alhamdulilah belum pernah mengalami tindakan diskriminatif dikarenakan atribut yang kami pakai.
Mereka menyapa kami seperti halnya menyapa mahasiswa lainnya yang tidak menggunakan atribut agama.

Kami juga menemukan cukup banyak muslimah berjilbab asal negara-negara timur tengah di kota-kota Jerman. Mereka sebagian besar berasal dari Turki dan Iran.
Sungguh saya merasa heran mengapa peristiwa yang menimpa Marwa bisa terjadi disana. Di sebuah negara yang sangat menggaungkan nilai-nilai hak asasi manusia.
Saya ingin sekali menulis sebuah surat kepada teman saya mahasiswa Jerman disana untuk setidaknya berusaha menyuarakan hak asasi kami sebagai muslimah berjilbab.
Semoga peristiwa seperti ini tidak terulang kembali…selamat jalan saudariku semoga Allah membalas perjuanganmu dengan harumnya surga firdaus.amiin

Beberapa foto dari acara Konferensi

Add comment July 12, 2009

Syukuri apapun yang kita miliki

Sore ini terjadi peristiwa sangat memilukan di Pusat Kesehatan Mahasiwa(PKM) UI.
Hari ini merupakan hari kedua pendaftaran mahasiswa baru di UI. Ketika salah seorang mahasiswa
baru yang ditemani ayahnya menjalani pemeriksaan kesehatan di UI, tiba-tiba ayahnya terkena serangan jantung
dan tak lama kemudian meninggal dunia. Tak dapat dibayangkan betapa histerisnya anak tersebut melihat ayahnya
langsung terkapar tak berdaya. Konon katanya ayahnya kelelahan sehingga memicu serangan jantung.

Hal yang telintas dalam pikiran saya adalah betapa beruntungnya saya hingga di akhir masa saya akan
lulus kuliah ayah saya masih hidup dan masih diberikan rizki oleh Allah untuk membiayai kuliah saya hingga selesai.
Bayangkan kita menjadi anak itu, di tengah-tengah rasa bangga, suka, gembira karena berhasil diterima di UI
tiba-tiba sang ayah yang sangat senang akan prestasi anaknya itu, harus meninggalkannya untuk selama-lamanya.
Semoga anak itu mendapatkan bantuan dari berbagai pihak agar ia tetap dapat melanjutkan kuliah hingga selesai
walaupun tak ada lagi ayah yang membiayai.

Sungguh kawan kita patut memperbanyak syukur, syukuri apapun yang kita miliki, sekecil apapun,
terutama nikmat masih memiliki kedua orangtua….

1 comment July 2, 2009

Tips Berkunjung ke Negara yang Mayoritas Non-Muslim

Sebagai seorang Muslim kita memiliki kewajiban setiap hari untuk melaksanakan shalat wajib, menghindari makanan haram, alkohol serta menjauhi kegiatan yang mengarah kepada perbuatan yang tidak disukai Allah.

Bagaimana jika pada suatu waktu kita mendatangi suatu tempat ketika hal-hal yang terlarang bagi seorang muslim menjadi suatu hal yang yang sah-sah saja serta tidak ada adzan/seseorang pun yang mengingatkan kita ketika tiba waktu shalat?

Jujur saja saya pernah mengalaminya…hari-hari itu dapat dibilang sebagai hari-hari ujian terberat bagi keimanan saya.
Padahal sehari sebelumnya saya masih berada di negara yang mayoritas penduduknya Muslim dan sangat Islami.

Hal pertama yang benar-benar diuji adalah waktu shalat yang sangat berbeda dan tidak adanya tempat shalat. Waktu shalat di tempat yg pernah saya datangi itu memiliki waktu shubuh pukul 3 pagi, dzuhur pukul 3 sore, ashar pukul 6 sore, magrib pukul 9 malam, dan Isya pukul 11 malam.
Bagi kaum lelaki banyak yang tidak bisa menunaikan shalat jum’at karena tidak adanya tempat untuk melaksanakan, juga dikarenakan jumlah muslim yang sedikit di tempat itu.

Saya pernah merasakan bagaimana rasanya shalat di dekat kamar mandi, di gerbong kereta, pesawat,dll.
Kalau ingat itu semua betapa saya merasa bersyukur kalau masih bisa menunaikan shalat di tempat yang baik secara berjamaah pula. Sungguh merupakan suatu nikmat besar yang sering kita abaikan.
Serta jangan lupa untuk membawa kompas, karena nggak bisa sembarang orang kita tanya dimana arah kiblat.
Waktu itu saya tidakmembawa kompas, jadi hanya mengandalkan intuisi saja..huhu sungguh menyesal kenapa saya nggak menyiapkan itu sebelum berangkat.

Hal kedua adalah tentang makanan halal.
Saran saya sebaiknya untuk sementara kita menjadi seorang vegetarian atau jika ingin memakan daging hanya memilih olahan ikan/seafood saja. Jika beruntung, kita dapat menemukan toko kebab milik orang turki yang halal di tempat itu.
Untuk membeli makanan usahakan agar kita selalu memeriksa ingredients-nya.
Hindari yang bertuliskan alcohol, wine, beer, lecithin(soya lecithin dibolehkan), Gluten/Gelatin, dan pork/lard.

Hal ketiga adalah tentang pergaulan sehari-hari. Sewaktu saya tinggal di tempat itu saya diberikan tempat tinggal bersama host yang merupakan pasangan kekasih yang tingal satu atap. Awalnya sangat terkejut ketika melihat mereka masuk dalam kamar yang sama dan saya diberikan kamar di sebelah kamar mereka.
Pergaulan bebas benar-benar terjadi di depan mata…sungguh merasa lemah iman ini karena hanya bisa menolak dalam hati saja.
Beer sudah seperti minum obat saja bagi mahasiswa disana , tiga kali sehari..pagi,siang, malam.
Setiap malam selalu ada yang namanya club malam di kampus..ada sekitar tiga club malam di kampus itu.

Suatu hari saya pernah diajak host dan teman-teman saya kesana, waktu itu rasanya antara pengen tahu dan takut dosa….
akhirnya saya memilih untuk menolak dan lebih baik internetan di kamar.
Benar-benar ujian iman..kalau nggak banyak-banyak ingat sama Allah, nggak tahu deh apa jadinya…

Akhirnya hal yang paling penting diingat bagi seorang Muslim yang akan berkunjung ke Negara yang Mayoritas Non-Muslim adalah perkuat iman dan taqwa..karena ujian disana benar-benar ada dihadapan mata kita sendiri,
baik pria maupun wanita ujiannya sama beratnya. Bagi Pria mungkin perbanyak jaga pandangan, karena pemandangan “tidak baik” disana ada dimana-mana.

2 comments July 2, 2009

Tips Jalan-Jalan ke Luar Negri Murah Meriah

Hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah sebaiknya kita sudah memiliki
teman yang dikenal disana selain bisa mengirit uang akomodasi(krn numpang di tempat temen kita itu) n otomatis ada guide
gratis untuk ngajakin keliling2(wah ini sih saya banget,…hehe)

Kalo mau murah, memang sebaiknya rencana perjalanan udah kita plan jauh2 hari apalagi kalo beli tiket pesawat jauh2
hari, harganya akan jauh lebih murah. Misal kita mau ke malaysia/singapur bulan november,
kalo udah beli dari bulan juli harganya paling sekitar 250ribu-400ribu untuk tiket bolak-balik.
Murah bukan?? tentunya naik Airasia(koq saya jadi promosi gini).

Akan lebih murah lagi kalau kita sudah mempersiapkan bekal makanan instan dari tanah air seperti indomie,roti, biskuit2,
sereal, yang penting bisa mengirit untuk beberapa kali makan disana. Daripada dana habis untuk makan lebih baik
untuk ongkos jalan2 kan??
Nah hal-hal yang perlu kita siapkan sebelum berangkat biar lebih ngirit,
pertama siapin kartu NPWP supaya nggak perlu bayar
fiskal. Kalo kita belum berpenghasilan juga tetap bisa membuat kartu ini, tinggal dateng aja ke kantor pajak terdekat.

Nah yang kedua sebaiknya kita sudah menukarkan rupiah kita ke mata uang negara yang mau kita datangi di bank-bank/money changer tanah air.
Hal ini bisa membuat kita lebih untung karena biasanya jika menukarkan ketika di airport/negara tempat kita bertandang,
rupiah kita akan dihargai lebih rendah, jadi rugi deh.
Saya jadi inget pengalaman rugi 200ratus ribu lebih gara2 bolak-balik nuker rupiah ke ringgit trus ke dollar
(hiks..hiks jangan sampe kejadian itu terulang deh)

Tapi jangan lupa siapin uang rupiah Rp150 ribu untuk biaya pajak airport..
nah pajak yang ini baru ditemui di Indonesia. Kalo di nagara lain
biasanya sudah dimasukkan ke biaya pembelian tiket pesawat.

Kalo mau jalan-jalan murah sebaiknya memang kita tidak mengikuti tour, karena ongkos jalan2 sendiri itu sudah terbukti
lebih murah dan memuaskan tentu, karena kita bebas jalan2 tanpa mengikuti jadwal waktu yang ditetapkan pemimpin rombongan tour.

Miliki informasi yang lengkap mengenai tempat-tempat yang akan kita kunjungi bisa lihat di internet maupun ngobrol2 dengan orang yang pernah berkunjung kesana.

Atur budget secermat mungkin, terutama budget untuk jalan2 jangan sampe kita kehabisan. Lebih baik bawa uang dalam bentuk travellers cheque.

Untuk tiket pesawat lebih murah kalo kita mencari maskapai yang sedang promo,
dan lebih murah naik dari negara maskapai itu berasal.
Misal saya naik Malaysia Airline dari Malaysia untuk penerbangan ke Eropa. Sedangkan untuk ke Malaysia saya pilih
maskapai lain yang termurah.
Harganya akan lumayan jauh berbeda(bisa sampe 1 juta lebih), ketimbang saya memilih untuk naik Malaysia Airline langsung dari Indonesia.
Hal tersebut juga berlaku ketika kita akan naik Singapore airline, Thai air, n beberapa maskapai lainnya.
Kalau naik Garuda bisanya lebih mahal (jika tidak ada harga promosi).

1 comment July 1, 2009

Sharing Tips Apply Visa

Beberapa hari ini ada seorang teman yang menanyakan tentang pembuatan visa ke saya, ternyata dia takut kalo di kedutaan tempat membuat visa itu ia akan mengalami berbagai kesulitan…terutama masalah komunikasi. Sebenarnya kebanyakan pegawai di kedutaan adalah orang Indonesia,
jadi nggak perlu takut gitu kalo misalnya kita mau ke Jepang trus takut kalo disana dilayani oleh orang jepang yang ngga bisa bahasa Indonesia..tenang aja pasti orang kedutaan itu harus bisa berbahasa lokal negara tempat kedutaan itu berada.

Alhamdulilah setelah memiliki beberapa cap visa di paspor bisa nih sharing-sharing pengalaman ini, terutama tentang jenis visa yang pernah saya apply, diantaranya visa pelajar dan visa schengen.

Kalau misalnya kita akan belajar di suatu negara selama lebih dari dua bulan kita perlu apply yang namanya visa pelajar. Visa pelajar di tiap negara harganya tentu bervariasi, kalo ke Malaysia harganya sekitar Rp.500 ribu. Nah kalau kita cuma mau berkunjung kurang dari dua bulan ke negara-negara kawasan ASEAN kita nggak perlu apply visa, jadi udah ada perjanjian bebas visa antar negara-negara ASEAN itu.
Visa pelajar bisa berlaku selama satu tahun dan bisa digunakan oleh keluarga kita yang juga ikut menemani kita belajar, misal kalo ada yang udah bersuami/beristri dan memiliki anak, visa pelajar itu juga berlaku untuk suami/istri dan anaknya. Jadi one visa for all the family.

Oh ya kenapa sih kita perlu visa? pertanyaan yang bagus dan simple..
visa tuh ibarat ijin kita untuk memasuki suatu negara jadi jangan sampe kita dianggap pendatang ilegal disana..belum lagi kalo sampe diinterogasi
oleh pertugas imigrasinya.

Masih tentang visa pelajar..jadi visa pelajar itu harus terus diperbaharui selama kita masih terdaftar menjadi mahasiswa di universitas negara tersebut. Jadi tiap tahun harus selalu diperbaharui. Saya punya teman yang nggak mempebaharui visa pelajarnya selama setahun, jadi setelah lulus dia nggak langsung pulang ke tanah air tapi cari kerja dulu dan alhasil suatu hari ketika ada pemeriksaan identitas mendadak di kereta, dia ditangkap dan harus berurusan dengan polisi. Kejadian seperti itu nggak hanya akan menyulitkan kita tapi juga membuat buruk citra KBRI/KJRI di negara tersebut.

Yang berikutnya tentang visa schengen…ini merupakan visa yang kita perlukan ketika kita akan ke negara-negara anggota uni-eropa. Harga visa schengen sekitar 60 euro atau Rp 890ribu. Tempat untuk apply visa ini di kedubes negara eropa tujuan utama kita.

Proses pembuatan visa ini sekitar 2 minggu. Syarat-syaratnya fotopkopi paspor, tiket pesawat,surat undangan acara(kalo kita disana menghadiri acara tertentu), surat asuransi (siapa yg menjamin akomodasi & makan kita), pas foto, dan surat ekomendasi dari tempat kita belajar/bekerja.

Nah mengenai surat asuransi kalo disana kehidupan kita ditanggung oleh organisasi yang mengundang kita kesana pasti mereka akan memberikan kita suraasuransi.

Kalo misalnya kita hanya bertujuan untuk berlibur kesana, kita harus nunjukkin bukti booking hotel dan rekening tabungan kita sebesar min Rp 20 juta(boleh pake rekening orangtua, tapi lengkapi dengan bukti kartu keluarga).

Kalo pesawat kita cuma mau transit aja pun kita harus apply visa negara tempat pesawat kita transit itu. Misal kita mau ke Jerman trus pesawatnya transit di dubai, jadinya kita apply dua visa yaitu visa schengen ke kedubes Jerman & visa transit ke kedubes qatar.

Kalo mau mudah apply visa schengen memang sebaiknya kita sudah memiliki surat undangan dari suatu organisasi, alhamdulilah
waktu itu saya dapat surat undangan dan surat asuransi selama kegiatan acara saya berlangsung.

Nah kalo misalnya kita ingin memperpanjang waktu disana padahal kegiatan acara sudah selesai, kita perlu menunjukkan bukti2 booking hotel atau surat dari tempat kita menginap (misal dari sodara/teman kalo kita akan menginap di tempat mereka)

hmm…sebenarnya nggak sulit koq…memang lebih baik ada suatu purpose yang jelas kalo kita ke suatu negara karena itu akan sangat memudahkan kita dalam apply visa. Kalo mau informasi lengkap bisa berkunjung ke web Kedubes negara yang akan kita kunjungi.

Selamat mencoba untuk meng-apply visa!

6 comments July 1, 2009


New Event

Agenda

25 Oktober 2009
Bidakara Fun Bike 4 Waktu: 06.30 – 14.00 WIB Lokasi: Start dan Finish di Depan Hotel Bumi Karsa Bidakara Contact Person: Indah/Vienna (021) 837 93555 ext. 1801, 1808 Ibu Wati Monas 0856 7848 471

Memories

Recent Posts

Blog Stats

CSUI 05

CSUI04

CSUI07

CSUI08

Dosen CSUI

Environment Friendly Links

My Profile

Wajib Mampir

Plurk:

Recent Comments

aji on Tips Berkunjung ke Negara yang…
akeminissa on My Seoul Experience
akeminissa on Tips Memperoleh Dana Sponsor U…
akeminissa on Tips Memperoleh Dana Sponsor U…
kamal on Tips Memperoleh Dana Sponsor U…