Uncategorized

Satu tiket ke surga..

Postingan ini ditulis sekitar 10 tahun lalu.. Sewaktu saya masih menjadi mahasiswa di UI.——-Beberapa minggu terakhir memang rasanya sibuk sekali…
banyak yg harus dilakukan..ya tugas..belajar untuk UAS..bikin laporan KP..dll
akhirnya bisa nulis lagi…
nggak terasa udah mau hari Ibu ya..
pengen nulis sesuatu untuk memperingati hari Ibu…
terakhir saya membaca sebuah buku yang baguuus sekali yang bab awalnya berisi kisah-kisah yang
menggambarkan bagaimana hebatnya perjuangan seorang ibu…terus saya diajak untuk merenungi betapa
bodohnya jika kita sampai melewatkan sebuah tiket ke surga yang berada di tangan Ibu kita.
, berikut kutipan dari buku tersebut:
Teman-teman aku ingin bertanya.
Apakah kalian mau tiket menuju surga ??
Satu tiket ke surga terletak pada kepatuhan
dan rasa berbakti kita kepada ibu kita.
Beliau adalah salah seorang pemegang tiket
dan menyimpan salah satu tiket untuk kita masuk surga.
Jangan biarkan kesempatan kalian terbuang percuma teman-temanku….
Jangan tunggu sampai pemegang tiketmu tiada…
Jika pemegang tiketmu masih ada bersamamu pergilah menemuinya sekarang…
cium tangannya….buatlah dia bahagia…
pergilah dan penuhilah tanggung jawabmu
supaya kau diperbolehkan masuk ke satu-satunya
tempat kita ingin berada selama-lamanya. Surga…
Selamat Hari Ibu!!-dikutip dari buku “Satu Tiket ke Surga” – Zabrina A.BakarSaya jadi teringat saat-saat dimana saya merasakan akan kehilangan ibu saya
yakni pada waktu ibu saya tiba-tiba harus masuk ICU RS  karena kehilangan kesadaran akibat
naiknya tekanan darah
waktu itu saya masih di kampus , dan ditelpon oleh tetangga saya ..pas denger ibu masuk RS langsung lemes lah kaki saya
rasanya bingung dan cemas karena teringat tetangga yang sangat dekat dengan saya yang baru saja kehilangan ibunya beberapa minggu yang lalu.
saya juga sangat dekat dengan ibunya karena dari kecil saya sering main dan keluarga mereka sudah seperti keluarga saya sendiri
Di jalan saya nggak berhenti nangis..(ya dengan muka ditutup-tutupi karena takut ketahuan oleh orang-orang seangkot)
sampe di rumah sakit saya ngeliat ibu saya sedang dikelilingi banyak selang infus , disana udah ada adik saya dan beberapa tetangga yang langsung menyuruh saya
untuk tabah dan sabar..waa..gimana saya nggak tambah nangis..
Ayah saya sedang dinas ke luar kota..jadi saya bener2 merasakan arti pentingnya berbuat baik terhadap tetanggaAlhamdulilah ayah saya beberapa jam kemudian datang…saya nggak kuat ngeliat ibu saya diinfus sambil mengeluh perutnya sakit..
saya hanya bisa melarikan diri ke mushola..hanya sholat n berdoa..semoga ayah saya lekas datang…
padahal hari itu saya berencana akan belajar Anum karena dua hari lagi akan UTS
Tapi apa daya kehendak Allah siapa yang tau?? Dua hari itu saya harus menginap di RS bergantian dengan ayah saya untuk menjaga Ibu
Alhamdulilah beberapa hari kemudian Ibu saya mulai pulih kembali…
Kalau sekarang ibu saya sering mengeluh persendian kakinya sudah tidak kuat untuk berdiri atau berjalan lama-lama
sebagai anak saya hanya bisa berusaha semampu saya untuk membantu meringankan tugasnya…
Kalau memang setelah pulang dri kampus saya bisa pulang ke rumah saya usahakan pulang walaupun itu sudah malam asal besoknya nggak ada ujian aja
setidaknya kalau saya di rumah saya bisa sedikit membantu dan menyenangkan hati Ibu saya karena ada yang makan masakannya ..hehe
Sejak adik saya masuk UI dan harus ngekos saya selalu mengusahakan untuk pulang ke rumah walaupun ada kamar kos
biasanya ada sesuatu yang saya berikan di hari Ibu untuk ibu saya ..apa aja ..gak harus mahal..prnah saya ngasih buku resep 5ribuan yang dibeli di pinggir jalan
atau kalo lagi ada uang beliin buku yang agak mahal (50rb-an), anything to make her smile at mother’s day…
Saat ini saya udah pasrah dengan kehendak Allah..jika memang suatu saat nanti pemegang tiket saya sudah akan meninggalkan saya…
Apalagi beberapa hari lagi saya harus meninggalkannya karena pergi ke negeri jiran(walaupun beliau juga ikut mengantar kesana tapi tetap saya rasanya berat…)
semoga beliau senantiasa diberikan kesehatan oleh Allah Swt…amin

Advertisements
Australia, Tips

Mendapatkan beasiswa studi doktoral (PhD/S3) dari kampus Australia (RTP, IPRS)

Teringat 3 tahun lalu, April 2015, saat akan pulang dari tempat kerja..Ada email di inbox dari pembimbing studi PhD di kampus yang telah saya daftar beberapa bulan lalu.”Congratulation, you will receive the QUTPRA Scholarship..”Alhamdulillah ala kulli hal.. segala puji bagi Allah atas nikmat yang diberikanNya ini.Setelah malam-malam dilalui untuk memohon kemudahanNya menemani suami melanjutkan studi di Brisbane, setelah beberapa kali ditolak oleh pemberi beasiswa ditambah komentar para penguji yang mendiskreditkan kemampuan studi karena memiliki anak yang masih Balita.

 

Persiapan2 sebelum mendaftar

– Persiapkan persyaratan utama seperti tes kemampuan bahasa Inggris(IELTS, TOEFL, dll), upayakan nilai terbaik dengan kemampuan yang sejujurnya. Studi selama PhD sangat memerlukan kemampuan bahasa Inggris yang baik (terutama dalam Writing).

 

– Mencari pembimbing yang tepat, sesuai topik penelitian yang diminati. Bisa dibilang ini yang paling “Tricky”, karena meskipun topik sudah sesuai minat tetapi mungkin karakter pembimbing tidak cocok atau terlalu “high expectation” yang bisa membuat studi menjadi terganggu. Usahakan menjalin komunikasi yang baik lewat email, pernah bertemu sebelumnya lewat Conference atau event lainnya.

 

– Mendaftar ke universitas yang dituju, pelajari semua persyaratan, lengkapi dokumen yang diperlukan( Application Form, CV, Proposal, dll)Selamat mencoba.. Good Luck ūüėäūüėäūüėä”Bear in your mind.. whatever your hardest situation just believe that there is always a hope, even the chance is very unlikely”

Australia, Study in Brisbane

Mendaftarkan Anak Sekolah di Queensland (QLD), Australia

My first article in this blog after 3 years!!

 

Yey..nge-blog lagi setelah kira-kira 3 tahun … postingan blog akan menjadi seputar studi selama saya di Australia untuk mengambil program S3 …

Rencananya tulisan akan seputar bagaimana mendapatkan beasiswa dari kampus di Australia, kehidupan mahasiswa di Australia (khususnya di Brisbane), dll.

 

Untuk artikel ini dilatarbelakangi oleh kepusingan saya untuk mendaftarkan anak ke Prep di State School Brisbane..

Nggak kerasa anak udah mau 5 tahun aja , udah waktunya didaftarin sekolah.  Untuk informasi saja, mahasiswa PhD atau Master by Research di Queensland(QLD) yang memiliki anak berusia sekolah 5-17 tahun, berhak untuk memperoleh exemption atau pembebasan dari membayar biaya sekolah di QLD. Untuk anak yang berusia di bawah 5 tahun, biaya sekolah akan tetap dikenakan termasuk untuk sekolah TK atau Kindergarten.

Berikut ini beberapa persyaratannya yang perlu disiapkan:

  1. Orangtua telah memperoleh  Confirmation of Enrolment(CoE) dari  Universitas yang akan dituju untuk studi PhD atau Master by Research
  2. Orangtua melengkapi & menandatangani dokumen Dependant Student Application Form
  3. Melampirkan dokumen berikut ini : Fotokopi paspor asli milik orangtua, Fotokopi paspor asli milik anak, Fotokopi CoE orangtua, Surat bukti beasiswa yang diperoleh orangtua, Fotokopi surat visa grant
  4. Selanjutnya semua lampiran dokumen Dependant Student Application Form dikirim ke email Education Queensland International (EQI): EQInternational@qed.qld.gov.au
  5. Setelah diproses oleh EQI, mereka akan mengirimkan invoice untuk membayarkan biaya aplikasi
  6. Orangtua membayar biaya aplikasi
  7. EQI akan mengirimkan CoE anak dan Formulir Dependent Student School Notification
  8. EQI mengirmkan CoE yang diperlukan

 

Setelah tiba di Queensland(QLD), orangtua perlu membuat pertemuan dengan pihak sekolah dan membawa atau melengkapi dokumen berikut ini:

  1. CoE anak
  2. Dependent Student School Notification Form
  3. Paspor asli milik orangtua
  4. Paspor asli milik anak
  5. Visa
  6. Keterangan alamat lengkap

Keterangan Lengkapnya bisa diunduh dari link berikut ini:https://akeminissa.files.wordpress.com/2018/07/isaq-survival-guide.pdf

Uncategorized

Keutamaan Sedekah

Dalil dari bentuk sedekah yang bukan berupa harta adalah sebagai berikut: Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
“Setiap ruas tulang manusia wajib disedekahi, setiap harinya selama matahari masih terbit. Mendamaikan antara dua orang (yang berselisih) adalah sedekah, menolong seseorang naik ke atas kendaraannya dan mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah, berkata yang baik adalah sedekah, setiap langkah berjalan menuju shalat (jamaah) adalah sedekah, dan menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Dzar radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam, ia berkata:
“Bukankah Allah telah menjadikan bagi kamu sesuatu untuk bersedekah? Sesungguhnya tiap tasbih adalah sedekah, tiap tahmid adalah sedekah, tiap tahlil adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah kemungkaran adalah sedekah, dan persetubuhan salah seorang di antara kamu (dengan istrinya) adalah sedekah”.

Ketika ada yang bertanya: ‚ÄúWahai Rasulullah, apakah seseorang di antara kami yang memenuhi syahwatnya mendapat pahala?‚ÄĚ

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab: “Apa pendapat kalian jika orang tersebut memenuhi syahwatnya pada hal yang haram, apakah dia berdosa? Maka, demikian pula jika ia memenuhi syahwatnya itu pada yang halal, ia mendapat pahala”.

Dari Abu Dzar ra, dia berkata, Rasulullah Saw bersabda, ‚ÄúSenyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.‚ÄĚ (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

Uncategorized

Kitchenery

Dari jaman SMP dulu udah beberapa kali nyoba berbagai jenis resep masakan , ada yang hasilnya enak ada juga yang hasilnya asli nggak bisa dimakan (hehe…). Kalau ada acara masak di TV pasti suka sok nyatet resepnya tapi jarang banget dicoba. Makanya gw suka kagum sama peserta Junior Master Chef yang kecil-kecil udah pada jago masak. Padahal waktu seumuran segitu paling banter gw baru bisa masak mi rebus (hohoho..)

Semenjak harus hidup mandiri di luar negeri dengan kondisi yang nggak seperti di rumah semua ada Ibu yang masakin, jadi terdorong buat belajar berbagai jenis masakan. Waktu kuliah di KL sering masak juga tapi nggak setiap hari. Apalagi waktu beberapa bulan tinggal di Eropa dimana untuk membeli seporsi makanan harus mengeluarkan uang minimal Rp.100 ribu (itu udah yang paling murah lho).

Ternyata kalau masak sendiri itu kita jadi lebih menghargai namanya makanan dan sayang banget kalau sampe nggak dimakan atau dibuang karena belinya pakai uang sendiri dan masaknya yang nggak gampang juga

Makan pagi, siang, malam semua harus masak sendiri kecuali kalau lagi ada undangan makan di luar itupun jarang banget paling cuma seminggu sekali.

Sekarang lagi mulai belajar masak Cake basah dan kering semacam Brownies , Muffin, dan Chiffon.

Beberapa foto-foto masakan waktu tinggal merantau di Geneva kemarin. Walaupun dengan dana seadanya dan sulitnya mencari makanan halal bersyukur masih bisa makan 4 sehat 5 sempurna disana*lebay*. Kalau dipikir-pikir sekarang jadi heran sendiri koq gw bisa ya bertahan hidup disana selama 3 bulan walau berat tapi beneran pengen lagi kesana. Perhaps one day (Amiin..)

IMG_1648

IMG_1925

IMG_1647

Uncategorized

Happy Ngebolang

Kenapa pake kata ‘Ngebolang’ ? karena sepertinya itu adalah kata yang tepat untuk menggambarkan gimana kisah backpacker amatir melakukan solo eurotrip ūüėõ . Tujuan saya sharing cerita ini bukan untuk sombong apalagi pamer, saya yakin pasti ada yang perlu baca cerita-cerita seperti ini sewaktu kita mau pergi travelling ke suatu tempat. Mengetahui pengalaman orang lain itu perlu banget untuk diambil hikmah dan pelajaran. Pengalaman naik kereta di Frankfurt dulu setidaknya ¬†membuat saya sedikit pede untuk melakukan perjalanan ini.

Kota ngebolang pertama adalah Barcelona, Spain

Selain karena tiket promosi gede-gedean dari si E*syjet, saya terpengaruh oleh presentasi dosen kelas Marketing yang promosiin kota ini hampir 3 jam . Ternyata memang bener kota ini keren sekali, arsitekturnya perpaduan gaya klasik dan modernisme.

Sepulang dari kantor, saya langsung ke airport dan tiba disana sekitar jam 9 malem. Sebelumnya saya sudah mengontak temen saya yang sedang kuliah disana, ternyata tempat tinggalnya jauh bener dari Airport .  Dengan bantuan peta metro yang saya dapat di bandara, akhirnya sampai juga di stasiun Metro deket asrama temen saya itu. ternyata Metro di Barcelona cukup murah sekitar 4 Euro untuk 10 trip.

Pagi keesokan harinya saya keliling kota dibekali petunjuk dari teman saya itu dilengkapi peta Metro. Temen saya nggak bisa jadi guide karena harus belajar buat ujian finalnya besok.

Rencana saya pagi itu mulai perjalanan dari Sagrada Famillia, Park Guell, La Ramba lanjut Plaza Espanya terus ke Olympic Stadium , ternyata kenyataannya nggak urut seperti itu. Akhirnya sempet mengunjungi itu semua dan terakhir ke markasnya FC Barcelona, Camp Nou. Di Camp Nou saya cuma keliling foto-foto di depan stadionnya Barca sama ke Official Merchandise storenya. Lumayan bisa dapet beberapa oleh-oleh asli Barca buat saya dan temen-temen yang sempat nitip ke saya sebelum berangkat.

Plaça Espanya barcelona

Sagrada Famillia

Camp Nou, FC Barcelona

Kota ngebolang kedua adalah  Brussels, Belgium

Alasan saya memilih pergi Brussels karena ada beberapa teman yang sedang magang disini juga karena harga promo tiket yang cukup murah dari Ea*yjet.com .

Pagi-pagi sekali selepas subuh sekitar jam 5 pagi menuju ke airport karena penerbangan jam 6 pagi. Jalanan sekitar Gare Cornavin masih sepi dan gelap tapi bis dan mobil sudah mulai banyak terlihat. Lalu naik bis ke airport dan langsung lari menuju ke tempat boarding karena sudah mendekati jam keberangkatan. Alhamdulillah masih sempet nyampe sana sebelum loket boarding ditutup.  Setelah perjalanan sekitar 55 menit akhirnya sampai juga di bandara Brussels.

Dari bandara langsung ke bawah tempat terminal bis menuju pusat kota Brussels.  Tempat tujuan awal adalah kantor parlemen European Commission . Setelah mengambil dua mata kuliah tentang kebijakan Politik Ekonomi Eropa , saya menjadi ingin tau gimana sih kantor parlemen Eropa. Selanjutnya keliling Grand Place yang jadi pusat kota Brussel trus ke beberapa istana kerajaan, ke markas Nato, terakhir ke Atomium yang jadi icon-nya kota ini.

Cuma ada di Brussels

The Grand Place 

IMG_1147

Atomium

IMG_1203

Markas Parlemen Eropa

Markas NATO

Disini saya sempet ngambil foto depan gerbangnya tapi diminta dihapus sama petugas keamanan disana karena alasan keamanan, waktu itu sempet diancam mau ditangkep kalau foto di kamera saya nggak dihapus.(Galak bener sih Pak, saya cuma ngambil gambar aja buat koleksi pribadi bukan buat mata-mata, sigh..)

Tragedi di Brussels

Pagi berikutnya saya harus meninggalkan kota ini dan kembali kerja. Saya naik kereta menuju Airport Brussels setelah berpamitan pada temen saya yang sudah berbaik hati memberi tumpangan kamarnya sehingga dia harus mengungsi ke tempat temennya. Sampai di stasiun beli tiket kereta ke bandara dan menuju ke platform tempat kereta. Saya sudah cek ulang nomer platform dan waktu keberangkatan , semuanya tepat dan dengan pede-nya saya naik ke kereta yang tiba tanpa nanya dulu ke orang. Akhirnya kereta berangkat dan setelah 15 menit petugas pengecek tiket datang dan dia memeriksa tiket saya dan memberitahukan kalau saya salah naik kereta ¬†, dan ini bukan kereta jurusan bandara tapi ke LUXEMBURG sodara-sodara…

Saya dikasih rute balik lagi ke stasiun awal, badan udah lemes pas tau saya salah naik kereta karena pesawat saya setengah jam lagi berangkat sementara waktu yang saya perlu sekitar sejam untuk ke bandara.

Nggak ada alternatif lain selain balik ke rumah temen saya.. oke akhirnya saya memutuskan untuk menemui temen saya dan minta bantuan dia untuk nyariin tiket pesawat . Setelah ketemu temen saya, dia bantuin ngecek di web dan ternyata tiket baru murah sekitar 5 hari lagi karena hari itu hari kamis dan udah deket weekend.

Akhirnya saya ingat temen saya di Amsterdam, Teh Fenny, yang sudah lama ikut suaminya bekerja disana. Saya kenal teh Fenny karena dia sahabatnya temen saya dan pernah dateng ke KL.  Brussel ke Amsterdam cuma sekitar 2,5 jam naik kereta dan kalau hari kerja tiket kereta lebih murah apalagi umur saya masih dibawah 26 jadi masih dapet harga Pelajar. Setelah menghubungi Teh Fenny akhirnya saya ke stasiun dan beli tiket kereta langsung berangkat jam itu juga kesana.

Mendadak ke Amsterdam

Akhirnya sore itu tiba di Amsterdam dijemput sama temennya teh Fenny karena dia lagi sibuk bantuin acara di Mesjid. Jadi saat itu sedang ada Ustadz yang didatangkan khusus untuk mengisi kajian di Mesjid dan teh Fenny sedang kebagian jadi panitia acara. Jadilah saya diajakin langsung ke tempat acara yaitu di Mesjid komunitas Indonesia di Osdorp dan kenalan dengan orang-orang Indonesia disana. Sebelumnya saya punya persepsi kalau Amsterdam adalah kota yang nggak banyak muslimnya, ternyata persepsi saya salah sodara-sodara, dimana-mana hampir tiap ujung jalan ada muslimah yang pakai hijab padahal ini kota terkenal liberal banget. Apalagi daerah tempat tinggalnya teh Fenny, yang mayoritas isinya orang Turki sama orang Indonesia, kasir dan pelayan toko juga banyak yang muslimah berjilbab. Beberapa hari ikutan pengajian, salut banget sama orang Indonesia disana pada semangat banget ikut acaranya sampe malem dan antusias berpartisipasi di sesi tanya jawab. Banyak diantaranya yang udah tinggal disana lebih dari 10 tahun bahkan sudah punya rumah atau usaha disana.  Jadi pengen nggak balik ke Geneva, lebih enak suasana  kekeluargaan di Amsterdam. Tapi kenyataannya saya harus balik karena ijin liburan dari kantor sudah habis.

Stasiun Amsterdam

Masjid EuroMuslim di Osdorp

Selama disana saya tinggal bersama keluarganya teh Fenny,  di rumahnya masih ada satu kamar yang kosong dan bisa saya tempatin sementara . Teh Fenny dan temannya Mas Heri mengajak saya jalan-jalan ke berbagai tempat di Den Haag dan Amsterdam . Sewaktu di DenHaag tempat pertama yang dikunjungi adalah istananya Ratu Belanda. Setelah itu mampir foto di depan KBRI Den Haag, lanjut ke Mahkamah Internasional. Hari berikutnya jalan-jalan ke tempat kincir angin (mollen), Volendam, dan pabrik keju khas Belanda , nama tempatnya Schanseskahn(susyah bener namanya..). Oh iya saya juga sempet foto pakai pakaian khas Belanda jaman dulu di Volendam (sepertinya itu kudu kalau ke Amsterdam, hampir semua foto2 yg dipajang disana adalah turis dari Indonesia)

KBRI di Den Haag

Picture 552

Kincir Angin di Schanseskahn, Amsterdam

Picture 595

Mahkamah Internasional Den Haag

Belanja Bahan Makanan Indonesia

Emang bener tuh iklan Indo*ie yang baru, di Belanda emang komplit banget yang namanya makanan dari Indonesia , akhirnya bisa beli berbagai bumbu siap jadi dan mi instan buat perbekalan nanti kalau pulang ke Swiss.

Terjebak di Airport

Ini pengalaman yang paling “Backpackers” : terjebak harus nginep di airport karena udah kemaleman dan nggak ada transportasi lagi untuk ke pusat kota. Semoga pengalaman seperti ini nggak terulang lagi dan diambil aja hikmahnya, kalau ambil penerbangan jangan terlalu malam karena peluang untuk pesawat delay lebih besar daripada penerbangan siang.

Hari terakhir di Amsterdam  saya harus kembali ke Brussel karena beli tiket pesawat lebih murah dari sana. Setelah naik kereta ke bandara (alhamdulillah nggak salah naik kereta lagi) saya menunggu pesawat kembali ke Geneva. Ternyata pesawatnya delay 2 jam sodara-sodara, jadilah saya baru sampe tengah malam dan akhirnya harus menginap di airport Geneva karena  pastinya sudah nggak ada bis atau kereta lagi ke kota. Terpaksa deh sama penumpang yang lain menjadi pengungsi di bandara tidur di kursi tunggu bandara sampe pagi. Jam 5 pagi sudah ada bis dari bandara yang beroperasi, dan akhirnya sampailah di Foyer tempat tinggal saya.

Alhamdulillah

Jadi dapat saya simpulkan dari pengalaman saya pada beberapa hal di bawah ini:

– Perbanyak do’a dan dzikir selama dalam perjalanan supaya kita lebih tenang dan nggak panik kalau mengalami hal-hal tak terduga

– Banyak Bertanya terutama untuk memastikan transportasi yang akan digunakan

– Miliki Peta Transportasi

Beberapa peta yang bisa diunduh sebelum pergi ke Barcelona, Brussel, Amsterdam

Peta Metro Barcelona

Peta Metro Brussel

Peta Metro Amsterdam

– Beli Tiket Pass Harian (Daily Pass) untuk transportasi umum dalam kota

– Bawalah perbekalan minuman dan makanan

– Hati-hati naik Transportasi umum, perhatikan petunjuk arah yang ada pada stasiun supaya tidak salah naik

– Siapin uang receh untuk beli tiket di mesin

 

‚Äú¬†One‚Äôs destination is never a place, but a new way of seeing things.‚Ä̬†‚ÄstHenry Miller

Uncategorized

Thank you Dad

Thank you Dad…
For encouraging me to forge my own path instead of assuming that the paths of others would necessarily be right for me…

For teaching me how to be thankful for each blessing that we’ve received from Him..

For being my biggest advocate (even still) and for believing in me even before I believed in myself. …

For being oh-so-generous with your time listening intently to my wishes…

For inspiring me to be a responsible individual, to work hard and to strive to do good in this world…

For illustrating the power of forgiveness..

Thank you, Dad, for so many things…

Dedicated to my beloved Dad on behalf of Father’s Day and his Birthday : )


Amsterdam, 20 June 2011

Uncategorized

Sense of Community

Menurut McMillan & Chavis (1986) ¬†“Sense of Community adalah perasaan dimana sekelompok orang merasa saling memiliki, dan merasa saling ketergantungan satu sama lain, dan percaya bahwa kebutuhan mereka akan terpenuhi melalui komitmen kebersamaan. “Sense of Community” ini menjadi semakin kuat kalau sekelompok orang tersebut berada jauh dari negeri asal mereka karena ketergantungan dan kebutuhan itu menjadi semakin kuat.¬†Begitulah “Sense of Community”¬†yang terjadi di kalangan masyarakat Indonesia disini.Akhir pekan lalu akhirnya bisa ikutan acara pengajian bulanan yang diadakan di PTRI Geneva. PTRI(Perwakilan Tetap RI) itu institusi Deplu yang hanya berada di negara-negara yang memiliki markas PBB seperti di New York dan di Geneva.¬†Jadi orang-orang yang bekerja disana memang para staff departemen luar negeri RI yang ditugaskan disini.IMG_0543Gedung PTRI
Acara seperti ini menjadi acara yang sangat menyenangkan untuk seorang mahasiswa sebatang kara yang hidup di kota termahal kelima di dunia yang harus mikir dua kali untuk membeli sekilo beras atau sepotong ayam (lebay abis..) karena di acara seperti ini pasti ada terhidang berbagai makanan khas Indonesia. Hihi bahagia banget akhirnya ketemu nasi uduk, ayam goreng, kerupuk, dll.IMG_0518Makanan waktu di acaraSetelah kontak -kontak beberapa orang Indonesia via FB, email, dll, akhirnya dapet juga undangan untuk bergabung dengan acara-acara komunitas Indonesia disini. Ternyata acara seperti ini selalu diadakan tiap bulan dan terbuka untuk semua orang Indonesia yang tinggal di Geneva. Alors… kapan lagi bisa nemu Nasi Kuning dan Nasi Uduk di Geneva sekalian menjalin silahturahim.Selain materi yang disampaikan oleh Pak Ustad yang juga staff di KBRI, hari itu kedatangan pembicara istimewa, Prof. Quraish Shihab. Beliau ternyata sedang mengadakan tur keliling Eropa dan bertepatan sekali hari itu beliau mengunjungi Geneva jadinya beliau diminta mengisi kajian. Waktu di Indonesia belum pernah ketemu beliau, ketemunya kok malah di Geneva. Kajian yang beliau sampaikan cukup menarik karena bentuknya tanya jawab seputar kehidupan sehari-hari para warga Indonesia di Geneva disana. ¬†Satu hal yang banyak dikeluhkan warga disana adalah sulitnya memberikan pendidikan keislaman ke anak-anak mereka karena lingkungan yang tidak kondusif ¬†dan sekuler disana.IMG_0514Pak Ustad sedang menyampaikan ceramahnyaIMG_0533Pak Quraish Shihab sedang menjawab pertanyaan para hadirinIMG_0536
Foto bareng sama Pak Quraish ShihabSelain acara di PTRI juga saya sering diundang ke rumah beberapa orang Indonesia yang saya kenal disini, yang pertama Ibu rumah tangga dengan dua anak, yang kedua mbak-mbak yang ternyata rumahnya nggak jauh dari rumah saya di Bekasi, ¬†lucu juga ketemunya malah di Geneva. Ibu yang pertama saya kenal dari FB, beliau udah disini lebih dari 30 tahun jadi kalau ke rumahnya semua pada pake bahasa Perancis tapi beliau tiap tahun selalu mengusahakan untuk pulang ke Jakarta. Anaknya si Ibu itu yang jadi guru les bahasa Prancis saya disini. Yang kedua, namanya mba Eni, jago banget masak, disini dia kerja di toko Pastry, jadi tiap kesana pasti banyak kue-kue :9. Terakhir kesana dia buat Bakso dan Rendang, bahagia banget deh kalau pulang dari sana karena selalu dibungkusin (asik..asik…)

Uncategorized

Moments to Remember

Merasa kehilangan sesuatu kalau sesuatu itu sudah jauh..

Itu yang saya alami sekarang, walaupun belum genap setahun berada di kampus itu tetapi rasanya semua sahabat disana sudah seperti keluarga sendiri. Banyak kenangan indah selama belajar disana, baik suka maupun duka.
Playing backsound : The Fray -“How to Safe a Life”

Dari mulai sulitnya cari tempat tinggal , sulitnya beradaptasi dengan teman-teman dari berbagai negara, mengejar deadline tugas, belajar di kantin kolej sampai malem , nyobain semua barang pajangan di IKEA, dimarahin security gara-gara makan di library, makan-makan di Spaghetti Farm, belanja di MidValley, keliling kota naik motor, jalan-jalan ke Langkawi dan Cameron Highland dan masih banyak lagi. Semua sepertinya berakhir dengan begitu singkat.