Inspiration of Life

Cerita tentang Harapan ..Impian..dari seorang Puspa Setia Pratiwi

Mengambil Hikmah dari Kekalahan UI di PIMNAS

on October 30, 2008

Seharusnya tulisan ini diterbitin di Koran Kampus edisi 3 tapi karena satu dan lain hal baru akan diterbitkan di Koran Kampus 4 yang Insya Allah akan terbit di bulan November..terima kasih buat Mira, Hana, Aims dan Krisna yang udah turut membantu dalam penulisan artikel ini.

——————————————————————————————————————-

“Mengambil Hikmah dari Kekalahan UI di PIMNAS “

Pada PIMNAS tahun ini, UI memperoleh 1 emas dan dua perunggu dari PKMP, juara 1 KKTM Pendidikan, juara 2 KKTM IPA, juara 2 AKSOSS untuk kategori desktop,dan juara 3 lomba debat bahasa Arab. Juara Umum PIMNAS tahun ini diraih oleh Universitas Brawijaya(UB).

Jika dibandingkan dengan universitas lain yang banyak memperoleh kemenangan seperti Unibraw, ITS, dan IPB, sepertinya memang UI harus mengakui betapa optimal persiapan yang dilakukan oleh perguruan-perguruan tinggi tersebut. Sebutlah ITS yang telah melakukan secara mandiri melakukan penyeleksian proposal yang diikutkan ke PIMNAS, juga ada kebijakan untuk menyertakan dosen yang telah berpengalaman di PIMNAS untuk menjadi dosen pembimbing PKM mahasiswa, bahkan cukup banyak proposal PKM dari ITS yang merupakan proyek tugas akhir mahasiswa Lain lagi dengan Universitas Brawijaya yang menjadi juara umum PIMNAS tahun ini mereka memang sangat matang dalam mempersiapkan kontingennya, mereka mengirim 16 kelompok PKM yang diberikan bimbingan intensif dari para dosen pembimbing yang telah berpengalaman di PIMNAS, mulai dari tahap pelaksanaan program hingga pembuatan presentasi akhir. Dan pada akhirnya kontingen UB mendapatkan empat medali emas, tiga medali perak untuk seluruh kategori lomba utama.

Bukankah seharusnya visi Universitas Indonesia untuk menjadi Research University seharusnya juga didukung oleh para civitas academica yang peka terhadap ajang lomba kemahasiswaan seperti PIMNAS yang menjadi ajang barometer produktivitas riset mahasiswa pada tingkat nasional? Menanggapi pernyataan tersebut, Direktur DRPM UI menegaskan bahwa ukuran kualitas pendidikan dari sebuah universitas bukan hanya diindikasi dari kemenangan di kompetisi seperti PIMNAS, beliau menambahkan bahwa peringkat UI di tingkat dunia masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan perguuruan tinggi lain di Indonesia. Menurut beliau, aspek lain yang patut diperhatikan adalah bagaimana UI dapat mewujudkan suatu koordinasi yang baik antara ajang kompetisi riset mahasiswa dengan kurikulum fakultas.

Alangkah baiknya jika kemahasiswaan di tingkat UI maupun fakultas dapat membentuk koordinasi dengan pihak akademik fakultas untuk mengikutsertakan hasil tugas atau skripsi mahasiswa ke ajang-ajang kompetisi riset mahasiswa seperti PIMNAS. Koordinasi seperti ini baru dilakukan oleh departemen Teknik Kimia UI. Pada PIMNAS tahun ini mereka mengirimkan proposal PKM sebanyak 40 proposal yang merupakan hasil dari salah satu tugas mata kuliah. Bentuk koordinasi laiinnya dapat juga dilakukan dengan mengikutsertakan topik penelitian dosen ke dengan mahasiswa sebagai pelaksana kegiatan riset, bentuk koordinasi seperti ini banyak dilakukan oleh universitas lain yang menang di ajang kompetisi seperti PIMNAS dan kontes robot nasional. Strategi UI harus lebih cerdas terutama dalam hal memanfaatkan peluang yang ada agar mampu membuktikan keunggulannya dalam ajang kompetisi mahasiswa tingkat nasional.

Kemenangan dalam PIMNAS memang tidak bisa diraih secara instan, diperlukan persiapan yang matang dan intensif yang dilakukan sejak awal. Diselenggarakannya OIM (Olimpiade Ilmiah Mahasiswa) UI menjadi sinar harapan bagi gemilangnya kemenangan UI di PIMNAS yang akan datang. Momen OIM ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menggali potensi-potensi emas mahasiswa UI. Sudah sepatutnya UI memetik pelajaran dari kekalahan di PIMNAS-PIMNAS yang lalu dan mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk meraih Piala Adikarta Kertawidya di tahun-tahun ke depan. Bagi para mahasiswa, mari berpartisipasi dalam dalam ajang-ajang perlombaan berbasis riset seperti PIMNAS dan buktikan kalau kita memang mahasiswa yang kuliah di Research University !!!


3 responses to “Mengambil Hikmah dari Kekalahan UI di PIMNAS

  1. Waw…..

    Luar biasa ente Pus.
    Mau mencoba hal-hal yang tidak biasa dilakukan oleh orang2 sebangsa ente (baca: anak Fasilkom).

    Satu pelajaran lagi yang bisa saya ambil.
    Terimakasih.

  2. akeminissa says:

    # agung: hehe saya emang seneng melakukan hal-hal yg gak biasa..tapi itu sebenarnya krn saya bosan dgn rutinitas di fasilkom makanya nyari2 kegiatan di luar ..salah satunya ya jadi bagian redaktur koran kampus

  3. ramadoni says:

    nice post gan…
    saya dan kawan2 TIm PKM (Ilman/fasilkom05 Nanien/FISIP07) juga tahun ini berniat untuk bisa tembus PIMNAS…Amiinn….
    sama2 berdoa yah supaya di PIMNAS 2009 UI bisa meningkatkan prestastinya….Amiiinn…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: