Inspiration of Life

Cerita tentang Harapan ..Impian..dari seorang Puspa Setia Pratiwi

“Global Day of Action on Climate

on November 20, 2008

Hari Sabtu, tanggal 6 Desember 2008 pukul 08.30-12.00 WIB di Bundaran HI, Jakarta, Sarekat Hijau Indonesia (SHI) bersama Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menggelar Hari Aksi Global untuk Keadilan Iklim. Agenda kegiatan meliputi: Melukis, Mengusung dan Deklarasi Bumi Baru.

global blog day of action on climateKode gambar:
<a href="http://timpakul.hijaubiru.org/globalblogday" target="blank" title="Global Blog Day of Action on Climate"><img src="http://timpakul.hijaubiru.org/wp-content/photos/shi-gda0.png" alt="global blog day of action on climate" title="global blog day of action on climate" width="200" height="138" class="alignnone size-full wp-image-1503" /></a>


Latar belakang

“Global Day of Action on Climate” atau “Hari Aksi Global untuk isu perubahan iklim” berlangsung sejak tahun 2005 dan telah menjadi kegiatan tahunan. Diadakan setiap kali pada hari Sabtu yang jatuh ditengah-tengah berlangsungnya pertemuan tahunan PBB mengenai perubahan iklim
(Conference of Parties to the UNFCCC). Disebut sebagai hari aksi global karena pada tanggal tersebut masyarakat sipil dari berbagai kota dunia akan beraksi kurang lebih secara serentak menuntut keadilan iklim. Tahun ini pertemuan COP UNFCCC akan berlangsung di Poznan, Polandia, dari tanggal 1 hingga 12 Desember, sehingga Global Day of Action jatuh pada hari Sabtu, 6 Desember 2008.

Aksi tahun 2008

Tahun ini tuntutan aksi global ini berbunyi:

“Kami menuntut para pemimpin dunia untuk segera mengambil langkah-langkah pencegahan terganggunya keseimbangan iklim global yang menghancurkan. Untuk itu seluruh dunia perlu secepat mungkin menyepakati traktat pengurangan emisi yang lebih kuat yang adil dan efektif dalam meminimalkan bahaya perubahan iklim.

Kami menuntut negara-negara yang telah lama menjadi negara industri dan telah mengeluarkan emisi gas rumah kaca terbanyak untuk bertanggung jawab dalam mitigasi perubahan iklim dengan cara mengurangi emisi mereka dalam waktu sesingkat-singkatnya dan berkontribusi dalam revolusi energi bersih di negara berkembang. Negara maju harus bertanggungjawab untuk membiayai langkah-langkah penyesuaian yang harus dilakukan, terutama oleh negara-negara penghasil emisi rendah dengan sumber daya ekonomi yang terbatas.

Yang pertama-tama akan terkena dampak terberat perubahan iklim adalah kelompok termiskin. Maka dari itu, mereka yang memiliki sumberdaya ekonomi untuk bertindak harus beraksi segera.”

Tahun lalu masyarakat sipil Indonesia terlibat dalam Hari Aksi Global ini dengan fokus pada aksi di Denpasar bertepatan dengan pertemuan COP 13 UNFCCC di Nusa Dua, Bali.

Sarekat Hijau Indonesia dan WALHI berinisiatif untuk melanjutkan rantai aksi global tersebut yang tahun ini jatuh pada tanggal 6 Desember 2008. Aksi tahun ini juga akan mengangkat isu krisis keuangan global yang tidak dapat dilepaskan dari persoalan krisis ekologi. Kami memandang bahwa krisis multi-dimensi global ini adalah persoalan ekonomi politik yang merupakan soal penguasaan akses dan kontrol ekonomi, alokasi sumberdaya ekonomi, dan distribusi manfaat atas sumber-sumber ekonomi. Gaya hidup konsumtif kelompok dan masyarakat yang dapat menikmati tingkat kesejahteraan yang tinggi dimungkinkan berkat penghisapan terhadap kekayaan alam dan modal sosial di negara-negara selatan dan/atau negara yang lebih miskin, serta terhadap kelompok yang lebih rentan pada umumnya. Gaya hidup dan pola konsumsi mereka bertanggungjawab atas kerusakan lingkungan hidup dan tatanan sosial akibat eksploitasi yang membabi buta di negara-negara yang menjadi sumber penghisapan.

Disisi yang lain, kami menilai bahwa Pemerintah Indonesia terus membebek kepada negara maju, yang berupaya mengalihkan tanggung-jawabnya kepada negara miskin dan berkembang.

Tema

Tema utama aksi global dari Bundaran HI hingga Istana Negara di Jakarta adalah:
Jangan Membebek, Jangan Mau Dikambing-hitamkan

Dengan tuntutan atau seruan:

  • menuntut penurunan emisi dengan mengubah pola konsumsi di negara-negara kaya
  • menuntut penurunan emisi di negara-negara kaya tanpa praktik offseting
  • menuntut pelunasan utang ekologi oleh negara-negara kaya
  • menuntut jaminan atas akses dan kelola sumberdaya alam oleh rakyat untuk rakyat
  • mengukuhkan kemandirian dan kedaulatan rakyat atas energi, pangan dan air
  • menolak nuklir sebagai jawaban atas kebutuhan energi bersih masa depan
  • menolak keterlibatan lembaga keuangan internasional seperti bank dunia dalam pembiayaan penanganan perubahan iklim

Bentuk kegiatan

Hari Aksi Global untuk Keadilan IklimAksi akan mengambil bentuk kegiatan karnaval keberagaman dengan melibatkan berbagai kelompok masyarakat luas. Semangat yang dipancarkan dari karnaval adalah optimisme untuk mengubah dunia menjadi lebih baik dengan semangat persaudaraan dan solidaritas ekologis. (“Bumi cukup untuk kita semua tetapi tidak untuk ketamakan segelintir orang”- Gandhi)

Rincian acara

Tempat : Sepanjang jalan antara Bundaran HI dan Istana Negara
Waktu : 6 Desember 2008, pukul 8.30 – 12.00 WIB

  • 8.30 – 10.00 : melukis bumi baru
  • 10.00- 11.00 : berparade ke Istana Negara dengan mengusung bumi baru
  • 11.00 – 12.00 : deklarasi bumi baru

Hubungan Masyarakat:
Ade Fadli – 0815 2055331 – adefadli[at]walhi.or.id (Eksekutif Nasional Walhi)
Andreas Iswinarto – 0815 11034333 – mataharikusatu[at]yahoo.com (Sarekat Hijau Indonesia)


One response to ““Global Day of Action on Climate

  1. ivenx oy'z says:

    wah … enak ni baca2 baca gaya hidup …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: