Inspiration of Life

Cerita tentang Harapan ..Impian..dari seorang Puspa Setia Pratiwi

Keutamaan Ikhlas dan Ilmu

on November 22, 2008

Sore-sore sambil ngerjain tugas dengerin Radio Dakta 107.00 FM eh ada materi dari Ustadz yang menarik banget untuk dibikin summary…
semoga bisa bermanfaat untuk yang membacanya(FYI tausyiah di Radio Dakta bagus2 lho.. Setiap Pagi mulai jam 5 dan setiap sore mulai jam 16)!!

Materinya tentang Keutamaan Ikhlas dan Ilmu

Syarat sebuah amalan adalah harus dibarengi dengan ikhlas dan ilmu.
Amal tanpa ikhlas tidak akan diterima

Ikhlas adalah menjadikan Allah sebagai tujuan. Ia adalah sesuatu yang dada di dalam hati bukan lisan.
Syaitan pun tak mampu menggoda orang yang ikhlas.

Hal-hal yang dilakukan untuk menjadi ikhlas:
terus melakukan perbaikan dalam perkataan, pikiran, amalan
Perbanyak tobat dan memohon ampun kepada Allah
Hindari ingin terkenal dan ingin tampil karena akan memunculkan ketidak-ikhlasan.

Contoh ikhlas tapi tanpa ilmu misal seseorang melakukan shalat shubuh 5 rakaat dengan ikhlas.

Contoh ilmu tanpa ikhlas misalnya ada orang melakukan shalat dengan mengetahui rukun dan syaratnya tetapi hanya bertujuan
untuk mendapat kehormatan dari manusia.

Ciri orang yang Riya’:
1. Beramal karena Manusia
Misal kalau ada orang shalatnya bacaannya yang panjang tapi kalo shalat sendirian bacaanya pendek banget ..

2. Beramal karena Allah + Manusia
3. meninggalkan sesuatu karena manusia

Ikhlas tidak tumbuh begitu saja ..harus menempuh ujian dan pembinaan yang terus menerus.

Ciri orang Ikhlas:
1. Mengharap keridhoan Allah
2. Selalu berbaik sangka terhadap takdir yang diberikan Allah

Ilmu merupakan landasan dalam beramal..janganlah kamu beramal tanpa ilmu
Ketika kita beramal hanyalah mengharapkan ridha Allah bukan yang lainnya
Sesungguhnya hanya Allah yang pantas menjadi tujuan kita beramal
Apakah ilmu? Faktor utama penunjang kesuksesan seseorang..Ilmu adalah syarat utama bagi sebuah pendapat dan amal
Ilmu adalah cahaya bagi orang yang memilikinya
Tidak sama orang yang berilmu dengan yang tidak berilmu
Allah menjanjikan bahwa barangsiapa yang menempuh jalan menuntut ilmu maka Allah akan mendekatkannya ke syurga
Selalu mengevaluasi diri apakah yang sudah kita lakukan sesuai dengan ilmunya(Al-qur’an dan Sunnah)

Kiat sukses mencari ilmu:
diawali dengan keikhlasan
aktif menghadiri majlis ilmu
mencari tahu pelajaran yang tertinggal
mencatat hal-hal yang perlu
senantiasa konsentrasi mendengar pelajaran
sopan dalam bertanya

Jawaban Ustadz dari pertanyaan pendengar

1.Khawatir amalan nggak diterima?
Yakin kalau amal yang sudah kita lakukan sesuai dengan ilmu maka jangan ragu atau setengah-setengah karena itu merupakan bisikan syeitan

2. Gimana caranya supaya bisa beramal dengan ikhlas?
Jangan suka memamerkan amal-amal yang baik mis membicarakan ttg sedekah kita, tapi jangan malu kalau itu memang amalan wajib seperti shalat di masjid

3. Takut dibilang sok alim gara2 melakukan ibadah?
Jangan sampe ada niat selain Allah, yang namanya Ikhlas tidak harus sembunyi juga seperti halnya dalam untuk amalan shalat ke masjid untuk para ikhwan, nggak harus sembunyi2 kan? jangan sampe nggak ke masjid gara2 takut disangka riya’ oleh tetangga

4.Ada Ibu rumah tangga jenuh dengan rutinitasnya..apakah itu termasuk nggak ikhlas dalam beramal?
Niatkan karena Allah bukan karena suami atau anak..karena kalau nggak ikhlas dalam menjalani pekerjaan sebagai ibu rumah tangga tuh bakalan terasa beraaaat banget

5. Bagaimana membersihkan rasa dendam pada orang yang telah menyakiti kita?
Ingatlah kebaikan teman kita itu, doakan supaya diberikan hidayah, kunjungi dengan maksud mengharap kebaikan, penuhi kebutuhannya bila dia sedang dalam kesulitab. Insya Allah akan membersihkan hati kita dari kebencian dan memberikan hidayah kebaikan bagi orang yang telah menyakiti kita.

Closing statement dari Ustadznya : Janganlah menunda-nunda pekerjaan dan amal karena bisa jadi jika hari esok telah tiba engkau sudah tiada..


2 responses to “Keutamaan Ikhlas dan Ilmu

  1. Ikpoe says:

    Kirain ngomongin saya -halah-

  2. kamal87 says:

    ada satu pertanyaan yg slalu ngebingungin ane ttg ikhlas ini. Setiap kali ane tanyakan ke ustadz jawabannya beda2, ane gak pernah puas. dulu ane pernah baca buku. Di buku itu ada perkataan tabi’in yang dikutip sperti ini:

    “ikhlas adalah tidak melihat kepada keikhlasan itu sendiri, jika seseorang masih melihat keikhlasan dalam keikhlasannya, maka keikhlasannya itu perlu diikhlaskan lagi…”

    bingung gak??? intinya, kita tidak boleh mengukur apakah kita sudah ikhlas atau belum? klo kita ngaku ikhlas, itu berarti kita belum ikhlas. Klo kita merasa ikhlas, itu berarti kita belum ikhlas.

    ane juga gak tau sih ini bner apa enggak :p
    still wondering…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: