Inspiration of Life

Cerita tentang Harapan ..Impian..dari seorang Puspa Setia Pratiwi

Semoga persaudaraan itu tetap terjalin…

on June 11, 2009

Beberapa minggu yang lalu saya tertarik untuk ikutan diskusi dalam sebuah milis

Ini postingan saya:

Selama 4 bulan lebih saya pernah belajar di Malaysia, ketika itu juga saya menyadari betapa bangsa itu sangat menghargai kebudayaannyadan juga berupaya menglobalisasikan Melayu-nya. Ada sebuah ajang Pidato Melayu Internasional yang diadakan oleh pemerintah Malaysia di kampus saya yang diikuti oleh lebih dari 20 negara. Ajang kompetisi mahasiswa dalam bidang kesenian tradisional juga merupakan ajang akbar yang diadakan secara rutin oleh kampus saya, waktu itu saya sempat menjadi peserta sekalian mempelajari kebudayaan daerah-daerah disana…sangat terlihat bahwa betapa perhatian dan bangganya para mahasiswa sana ketika membawakan kesenian tradisional negaranya. Pengalaman saya ketika ke Malaka melihat museum dan peninggalan kolonialisasi Portugis, yang merupakan salah satu objek pariwisata yang diunggulkan Malaysia ke mancanegara membuat saya berharap semoga Indonesia dapat belajar banyak dari negara itu khususnya dalam bidang pariwisata juga bagaimana pelestarian terhadap “cultural heritage” , saya yakin Indonesia sebenarnya jauh lebih kaya dalam hal itu. Best Regards , Puspa

Dan ini dia serangan balasan dari yang lainnya di milis:

yang ‘nyerang’ pertama :

Belajar dari Malaysia sih boleh-boleh saja, tapi belajar yang baik-baiknya. Misalnya belajar bagaimana kebijakan pemerintah Malaysia di bidang perdagangan dan keuangan patut ditiru pemerintah SBY. Tetapi belajar tentang budaya, sorry saja, Malaysia adalah negara yang tak beradab. Mengklaim banyak budaya Indonesia sebagai miliknya dan menjadikannya sebagai ikon dalam bidang industri terutama industri budaya dan pariwisata. Soal Ambalat misalnya, merasa sudah mendapatkan P. Sipadan dan P. Ligitan lalu mau ambil kesempatan untuk mendorong lagi batas-batas wilayahnya sampai jauh ke laut Sulawesi. Apa Sulawesi juga milik Malaysia? Dimana logika dan moral Malaysia? Berdasarkan Mahkamah Internasional P. Sipadan dan P. Ligitan itu HANYA PULAU-nya saja yang diakui Mahkamah Internasional tetapi bukan perairan yang termasuk Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia. Malaysia telah meratifikasi UCLOS, bahwa Malaysia bukan negara kepulauan seperti Indonesia. Makanya kalau Malaysia menganggap negara yang beradab, Ambalat adalah milik Indonesia karena dihitung dari landas kontinen Kalimantan, itu termasuk Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia. Malu dong. Bagaimana harus belajar ke Malaysia kalau Malaysia mau mencaplok Ambalat yang kaya Migas milik Indonesia yang telah sejak lama telah dieksplorasi ENI dan CHEVRON dengan pengawalan tentara Indonesia. Bagaimana mau belajar ke universiti-universiti Malaysia yang ranking apple to apple-nya saja masih jauh di bawah ITB, UI, UGM. Yang terus belajar tetapi bukan kepada Malaysia

yang ‘nyerang’ kedua :

Belajar dari Malaysia, menurut saya bukan hanya masalah budaya nya…karena Indonesia pun sangat menghargai budaya kita sendiri……bagaimana keberadaan budaya di Indonesia jangan sampai menjadi kan kita terkotak-kotak…dan akhirnya kita malah tidak mengedepankan Nasionalisme dan kesatuan dan keutuhan bangsa ini….. Kebudayaan adalh kekayaan yang dimiliki bangsa kita yang besar ini dan harus dilestarikan keberadaannya, tp bukan terus kita tidak boleh meniru kemajuan bangsa lain…dalam istilah lainnya nggak bisa gaul=kolot bgt….. Masalah dengan Malaysia belakangan ini yang terjadi di perairan dekat AMBALAT menurut saya ada kepentingan tertentu dari Malaysia….Koq bisa-bisanya kata Deplu Malaysia yang diperairan itu kepolisian nya Malaysia…terus koq kata Deplu Malaysia ini HANYA MASALAH KEDAULATAN…Pikirkan koq nya menurut Deplu Malsysia itu perbatasan sebuah negara itu sepertinya ya biasa-biasa aja…BINGUNG saya ….kalau biasa-biasa aja mbok yang nggak ada kerjaan itu mutar2 naik kapal masuk teritorial negara lain itu yang harus disiplinkan…percuma kalau Budaya yang baik bisa dipertahankan sedang masalah disiplin diperairan nggak…. Saya pikir masalah NKRi itu penting,khususnya yang diperairan apa lagi berhubungan dengan kekayaan laut yang kita miliki…… dan keadaan bangsa kita yang sangat unik menurut saya karena banyaknya pulau baik besar dan kecil itu yang menyebabkan unik…siapa saja yang mau jadi orang no 1 di RI ini harus mempertahankan NKRI sampai titik darah penghabisan artinya Hidup mati and all out….jangan jadi negarawan yang tanggung-tanggung dong! Sekian Terima Kasih

My Closing Statement for those guys:

Selama belajar di negara itu, saya menjalin persahabatan dengan banyak teman ada yang berasal dari Kelantan, Sabah, Sarawak, Terengganu,dll Alhamdulilah saya nggak pernah merasa direndahkan atau dipandang sebelah mata karena berasal dari Indonesia. Setelah mengikuti program pertukaran pelajar disana saya mendapatkan suatu pandangan baru terhadap negara Malaysia, bahwa negara tersebut memang sangat menghargai dan melestarikan warisan kebudayaan serta kekayaan alam yang mereka miliki. Hal ini merupakan salah satu yang menjadikan negara ini menghasilkan pendapatan yang besar dalam sektor pariwisata maupun industri. Saya harap negara Indonesia dan Malaysia senantiasa dapat menjalin hubungan bilateral yang baik, serta tidak saling menyakiti kedaulatan dan hak milik satu sama lain. Dengan adanya hubungan bilateral yang baik antara kedua negara, saya yakin dapat memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Mengutip dari ucapan seseorang di televisi”bisa diibaratkan Indonesia sebagai kakak dari Malaysia..saat ini sang adik sedang mengganggu kakanya..sudah seyogianya sang kakak mengingatkan dan menasehati sang adik semata-mata karena ia menyayangi adiknya..tidak perlu ada yang saling tersakiti”


4 responses to “Semoga persaudaraan itu tetap terjalin…

  1. havban says:

    🙂

    Bosen denger cerita2 di tv soal “kedaulatan” dan “nasionalisme” yg menyerang negara tetangga kita, malaysia. Apalagi ada orang yg menyerukan “ganyang malaysia” atau “perangi malaysia”. Mereka tidak mengetahui gimana rasanya kalau perang itu benar2 terjadi. Mereka akan kehilangan orang2 yg mereka sayangi dan orang2 tidak bersalah pun akan menjadi korban.

    Udah gak jamannya lagi ngebanding2in negara.. merasa negara kita paling benar. Dunia udah rata, globalisasi bakal menyapa Indonesia jg. Batas2 akan lekang. Budaya2 berbeda akan dengan mudahnya bertemu.

    Kayak kata siapa gitu.. lupa. Kalau mau maju, jangan suka ngebanding2in, ngebanding2in bakal cuma ngabisin tenaga aja. Sementara kita gak maju2.. gitu.. hehe..

    Semoga semua bangsa di dunia ini dapat hidup berdampingan dengan damai. Mengesampingkan ego. Menerima perbedaan. Amiin..😀

  2. akeminissa says:

    “jangan suka ngebanding2in, ngebanding2in bakal cuma ngabisin tenaga aja. Sementara kita gak maju2.. gitu”

    wuaah setuju banget deh bang Havban…there’s no time for being so arrogant..sekarang aja Indonesia sudah sangat tertinggal jauh dengan Malaysia…

  3. sy berpendapat bahwa belajar itu bisa dari mana saja dan dari siapa saja. Dari maling pun kita bisa belajar. Belajar teknik mencuri agar kita bisa menghindarkan diri jadi korban pencurian.

    Belajar aja segala hal–kecuali sihir. Ilmu kan seperti pisau. Mau dipakai apa terserah sama yang punya.😀

  4. DANU TRI KESUMA says:

    bagaimana kita bisa mnjlin persaudaraan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: