Inspiration of Life

Cerita tentang Harapan ..Impian..dari seorang Puspa Setia Pratiwi

My Seoul Experience

on August 25, 2009

Alhamdulilah saya dapet kesempatan lagi mengikuti konferensi internasional. Acara konferensi berlangsung di Seoul, Korea Selatan selama kurang lebih 6 hari. Banyak sekali pengalaman yang saya dapat dari kegiatan yang bernama Harvard Project for International Relation Academic Conference.

Saya menjadi delegasi Indonesia bersama 5 mahasiswa yang berasal dari UI dan Unbraw. Perjalanan untuk menuju ke konferensi ini cukup panjang dan melelahkan karena harus meminta bantuan dana dari para sponsor.

Perjalanan saya dimulai hari minggu tanggal 9 Agustus, karena dapat tiket promo Garuda yang cukup murah, perjalanan harus dilakukan pada tengah malam.

Cukup lama juga nunggu di bandara sama teman-teman sampai hampir ketiduran di kursi tunggu. Maklum persiapan keberangkatan baru mulai H-1, jadilah saya selama dua hari baru bisa packing, tukar uang ke Won, beli keperluan selama disana, dll.

Hari pertama

Pada hari pertama menjejakkan kaki di Seoul saya dan teman-teman sangat bersyukur karena setelah mengalami penerbangan yang cukup menegangkan karena cuaca yang buruk, akhirnya kami sampai juga ke Seoul pada pagi hari sekitar pukul 09.30

Turun dari pesawat tidak lupa kami siap-siap memakai masker, karena takut terjangkit virus H1N1 yang sempat membuat kami ragu untuk berangkat mengikuti konferensi ini.

Ternyata orang-orang di bandara Incheon  tidak banyak yang memakai masker, jadilah kami merasa agak canggung untuk terus memakainya. Sepertinya di Seoul, isu H1N1 tidak begitu mencemaskan. Alhamdulilah kami dijemput oleh seorang mahasiswi dari Indonesia,namanya mba Liyu. Rencananya kami akan dijemput oleh Kak Rusdi, senior di Fasilkom yang sekarang tengah menyelesaikan S2 di Korea Institute of Technology, tapi karena kak Rusdi ada kerjaan di kampus jadilah kami dijemput oleh Mba Liyu. Alhamdulilah, kami diberikan izin menempati rumah Kak Rusdi selama ia pulang ke Jakarta.

Perjalanan dari Airport menuju rumah kak Rumah kak Rusdi sangat melelahkan, selain karena cuacanya yang sangat panas juga karena harus mengangkat koper-koper smabil naik turun kereta Subway yang harus transit beberapa kali.

Hari kedua

Ke Syunkyunkwan University. Setelah mengalami perjalanan cukup jauh dan sempet beberapa kali nanya orang dimana letak kampus ini, akhirnya kami sampai juga ke kampus yang terletak di Suwon ini.

Tujuannya awalnya untuk observasi tempat acara tapi ternyata di hari kemudian saya baru mengetahui kalau tempat acaranya bukan di kampus ini…yaa maklumlah cuma modal peta dan kenekatan aja untuk sampe kesana

Hari ketiga

Pada hari ini saya dengan teman-teman mengikuti Seoul International Conference on Creativity. Acara konferensi ini diadakan di Seoul Press Center yang terletak di City Hall. Cukup banyak peserta dan wartawan yang hadir yang berasal dari berbagai negara, khususnya negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Korsel. Topik yang dibahas diawali dengan pembahasan mengenai definisi dan bentuk kreatifitas yang mengarah ke tatanan kota metropolitan Seoul, maklum aja karena yang ngadain memang pemerintah kota Seoul.

Kami hanya mengikuti acara konferensi sampai siang, setelah makan siang mewah ala Korea yang bikin was-was karena harus ekstra hati-hati jangan sampai salah makan, kami diajak jalan-jalan oleh Kak Didit yang merupakan mahasiswa Indonesia yang sedang mengambil S2 di Seoul National University(SNU).

Kak didit mengajak kami jalan-jalan ke sekitar City Hall & ke Myeondong yang merupakan kawasan perbelanjaan di Seoul. Karena harga baju, tas, sepatu-nya yang gila-gilaan saya cuma berani beli sovenir-sovenir kecil  seharga 1000-2000 won disana..ya lumayanlah buat oleh-oleh.

Ternyata personil Boys Before Flowers sangat laku jadi model iklan di berbagai toko. Kami sempat berfoto-foto bersama iklan yang menampilkan personil BBF..hehe saya nge-fans juga lho..terutama dengan Lee Min Ho,, tapi sayang nggak sempet ketemu BBF selama di Seoul..hiks-hiks


Pada saat kita pulang, sewaktu naik Railway kita melihat seseorang sedang membaca surat kabar ..dan ternyata ada FOTO KITA BERTIGA di koran itu..ketika menghadiri acara conference pada pagi hari nya
Mungkin orang-orang disana menganggap kehadiran tiga orang wanita berjilbab ke konferensi internasional merupakan sesuatu yang menarik untuk ditampilkan menjadi topik surat kabar.
Seumur hidup itu pertama kalinya foto saya masuk surat kabar..haha
Hari keempat

Hari ini merupakan acara hari pertama HPAIR yakni Pre-Conference tour. Peserta dibagi ke beberapa kelompok, saya masuk ke salah satu kelompok paling kompak yang ada.

Ketua kelompok kami, Seijin Byeon, merupakan ketua kelompok terbaik menurut saya karena orangnya sangat ramah, suka menolong, dan ceria.

Kami diajak jalan-jalan ke istana Gyeongbokgung, City Hall,Cheonggyecheon, Seoul Monmyo, Wisata Kuliner di Restoran Tradisional Korea, Hang River Cruise membelah kota Seoul.

Hari kelima

Workshop hari pertama

Para pembicara diantaranya para profesor dari Hongkong dan dan pejabat pemerintahan Korsel yang menyampaikan materi tentang isu-isu pendidikan yang menjadi trend di kawasan Asia. Ada juga pembicara dari perusahaan swasta Intel Corp. dan organisasi riset internasional WIDE World, seperti Mrs Jay Lee dan Mrs. Jae Eun Hoo yang membawakan materi dengan sangat menarik. Ada juga aktivis NGO pendidikan di India yakni Mr. Benudhar Senapati.

Hari keenam

Workshop hari kedua Workshop hari kedua

Pembicara ada yang dari Indonesia, namanya Pak Zuhdi beliau adalah dosen fakultas pendidikan UIN yang juga menjadi direktur litbang Jalan Sesama, sebuah program edukasi anak di TV 7 yang bekerjama dengan Sesame Street,USA.

Profesor dari Yonsei University, Mr Sang Min Whang, yang membawakan materi dengan gaya kocak abis karena banyak menggunakan animasi dan game dalam slide yang dia sampaikan.

Ternyata hari itu adalah hari kemerdekaan Korsel, 15 Agustus. Kami memutuskan untuk jalan-jalan ke Itaewon dulu sebelum pulang ke rumah.

Untuk menuju Itaewon, kami mendapatkan beberapa kali bantuan dari orang yang melihat kami sedang kebingungan. Pertama seorang kakek berusia 70 tahun yang masih kuat berjalan sendirian naik Subway, yang dengan sukarela mengantarkan kami hingga ke Itaewon kemudian setelah sampai di stasiun Itaewon kami bertemu dengan seorang muslimah asal Iran yang penampilannya sangat cool dan terlihat sangat tangguh(beneran..keren banget deh dia udah pernah berkelana ke US, UK, Australia)

Setelah berkunjung ke masjid Seoul kami bertemu dengan para muslimah yang ada di Seoul, ada mba Fatimah dari Indonesia yang bersuamikan warga Korea yang menetap disana sembari mengajar mengaji dan berdakwah(Subhanallah..mba Fatima ini sudah dari 1997 tinggal di Korea jadi sudah sangat fasih berbahasa Korea)

Habis shalat kemudian pamitan pulang, kami menyusuri jalan-jalan di sekitar masjid. Cukup banyak toko-toko yang menjual makanan halal dan produk-produk islami.

Tetapi nggak semua toko sekitar masjid bernuansa islami, kami juga menemukan beberapa club dan pub di sekitar kawasan masjid.

Karena lapar saya membeli kebab turki seharga 4000 won sepertinya halal karena atas rekomendasi muslimah dari Iran yang saya temui.

Hari ketujuh

Karena kecerobohan kami karena tidak menanyakan dulu dengan pasti dimana letak acara di hari itu jadilah kami bertiga nyasar sampai ke universitas Syunkwunkwan yang ada di Suwon. Jadi universitas itu memiliki dua kampus, yang pertama di Seoul, yang kedua di Suwon.

Karena di peta Subway yang stasiun yang tercantum nama universitas itu hanya ada di Suwon, kami mengira bahwa acara diadakan di kampus yang di Suwon itu.

Perjalanan menuju Suwon hingga balik ke Seoul memakan waktu selama 3 jam lebih, alhasil hari itu kami terlambat datang ke tempat acara. Kami memutuskan untuk tidak mengikuti seluruh acara workshop yang ada karena kami datang sangat terlambat, jadi lebih baik berlatih main angklung untuk pertunjukkan di international night malam itu.

International Night

Setelah berlatih angklung beberapa kali, para delegasi Indonesia dengan cukup percaya diri akan membawakan dua buah melodi, yang pertama lagu “Suwe Ora Jamu” dan “Twinkle-Twinkle Little Star”. Pada melodi kedua, kami meminta kesediaan dari para peserta lainnya untuk mencoba memainkan angklung diatas panggung. Antusiasme para peserta untuk mencoba memainkan angklung cukup besar, mereka senang sekali ketika mencoba membawakan lagu “Twinkle-Twinkle Little Star” yang sudah mereka kenal.

Hari kedelapan

Atas rekomendasi dari kak Didit, tempat belanja oleh-oleh yang murah adalah di Nangdaemun. Maka hari ini kita jalan-jalan kesana jadi kita nggak ikutan acara Fieldtrip karena harus bayar juga kalo mau ikutan.  Setelah puas beli oleh-oleh di Namdaemun, selanjutnya  kami menuju ke Hotel Shilla untuk mengikuti acara Gala Dinner. Wuih bener-bener gala dinner terkeren yang pernah saya ikuti setelah gala dinner di KL. Di acara ini kami semeja dengan para orang-orang keren ..Dahyeun Kang a.k.a Dani yang logat englishnya kaya’ bangsawan inggris..Christ dari Selandia baru serta Kim dari Korea..

Hari kesembilan

Jalan-jalan ke Insadong
Kawasan ini merupakan daerah yang wajib dikunjungi oleh wisatawan yang dateng ke Seoul. Banyak sekali tempat-tempat menarik yang kaya dengan kebudayaan korea. Disini juga dapat ditemukan berbagai macam toko yang menjual sovenir khas Korea.

Hari kesepuluh
Dari lepas shubuh kami sudah bersiap-siap untuk berangkat ke Bandara ditemani suaminya mba Ria. Untuk ke bandara Incheon kami menggunakan bus dengan membayar sekitar 12.000 won.
Horee..waktunya pulang ke Indonesia

Special thanks to :
Kak Rusdi, Mba Liyu, Mba Ria, atas semua bantuannya..entah apa jadinya kami disana tanpa bantuan dari kalian.

Semua panitia HPAIR : You’re doing such a great job guys..

Para petunjuk jalan ketika kami tersesat: Iran Girl, Bapak Korea 1, Kakek Korea 2 (sorry we don’t know your name)

Dan semua peserta HPAIR Academic Conference(we really miss you guys..I hope all of you will become great people)


16 responses to “My Seoul Experience

  1. iLm@N says:

    hweee.. asiiknyaaa😀
    btw, orang2 korea inggrisnya jago nggak pus?

    orang jepang kan inggrisnya jelek..

  2. akeminissa says:

    @Ilman: Sama aja kaya’ orang Jepang…agak susah menemukan orang yang bisa bahasa Inggris disana Man..
    Paling anak2 muda nya lumayan pada bisa… Pemerintah Korea sekarang makin gencar mendorong rakyatnya supaya belajar bahasa Inggris

  3. Anna says:

    wa pus, hahahaha…
    suka lee minho?? gw ga suka!!! hahahaha…*ga ada yang nanya*
    iya mereka laku banget jadi bintang iklan sejak jadi pemeran BBF, coba meteor garden ga ada, pasti mereka ga bakalan terkenal, uehehe…
    gw suka nya si Kim Bum.:D

  4. Leni says:

    puspa rajin nulis ya..
    gw mau nulis gak sempet2x rasanya😛

  5. akeminissa says:

    @Anna: hehe…Kimbum juga imut koq (apa seeh)..,, btw ada oleh2 Super Junior buat Anna , ambil aja di Leni ya

    @Leni: biar tetep ingat kenangan indah selama disana Len,,kalo kelamaan ntar keburu lupa deh

  6. epandini says:

    bbf is the best

  7. kamal says:

    subhanallah…. keren… mantabz

  8. akeminissa says:

    @kamal: alhamdulilah Mal..sebenernya semua juga bisa koq ikutan acara ini..Kita cuma modal tekad & nekad..hehe

  9. rima says:

    mba, bulan mei ini saya juga ada international conference di seoul. mau tanya untuk mendapatkan sponsor dananya dari mana yah? terima kasih

  10. akeminissa says:

    @rima : bisa minta dana ke Diknas, Depbud, atau Maskapai penerbangan. Ini ada tulisan saya yg semoga bisa membantu

    https://akeminissa.wordpress.com/2009/08/29/tips-memperoleh-dana-sponsor-untuk-kegiatan-mahasiswa-ke-luar-negri/

  11. puput says:

    puspa, kamu keren banget..
    sudah merasakan dunia Allah yang lain, ngersain budaya yang beda, n mengemasnya dengan nuansa islam (i like it).
    “Topik yang dibahas diawali dengan pembahasan mengenai definisi dan bentuk kreatifitas yang mengarah ke tatanan kota metropolitan Seoul”. Btw, pemkotnya cerita apa azah tentang Seoul? (sya tertarik ama pernyataan kamu itu).
    thanks atas jawabannya.

  12. akeminissa says:

    @puput : kalo pemkot seoulnya lebih banyak cerita tentang bentuk kreatifitas apa aja yang perlu dikembangkan di seoul misalnya bentuk interaksi antara pemerintah dan masyarakat melalui media web, iklan, dll

  13. Visa says:

    @ilman & akeminissa:
    Orang korea memang kurang fasih berbicara dalam bah. inggris, tapi sekarang enggak juga kok. sekarang sudah banyak yang bisa ngomong bah.inggris dan lafalnya bagus. Anak-anak mudanya dan remaja juga udah pada banyak yang ngomong pake bah. inggris, cuma emang kebanyakan orang tuanya/masyarakat biasa yang kurang/nggak bisa, karena dari dulu orang korea di kenal sangat mengharhargai bahasa nasional mereka sendiri. Rasa percaya diri mereka juga besar dan mereka cekatan, makanya mereka bisa maju seperti sekarang(patut di contoh sama “kita/indonesia”). (^_^)

  14. dinie says:

    wah… seru banget nih..

    aku jadi pengen ikutan..:D

    palinng menarik perhatianku yaitu;
    1. gara-gara kakak bilang bisa foto2 ma BBF
    2. masuk koran karena mungkin pake jilbab.

    like pokoknya😉

  15. LIN_DA says:

    wah…asyik nya mbak bisa ke korea…^_^
    mauuuuuuuuuuuuuu!!!!he..he…
    Q juga pengen bisa ke sana,

  16. adenia says:

    Wah lagi browsing utk cari sponsor nyasarnya ke blog kak Puspa.. hehe.. salam kenal kak, aku Ade dari Fasilkom 2008.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s